Peralatan Ventilasi Tambang Bawah Tanah

Regards Michanarchy. . .

 LAPORAN PRAKTIKUM
TAMBANG BAWAH TANAH
2013


Dalam tambang bawah tanah, ventilasi merupakan hal yang sangat penting dalam pendukung semua kegiatan pertambangan bawah tanah yang dapat dibilang minim udara bersih. Dalam pembuatan ventilasi tambang bawah tanah ini maka harus didukung oleh peralatan-peralatan yang dapat digunakan, agar tercipta supply udara yang baik serta cukup dalam suatu tambang bawah tanah.


Adapun peralatan ventilasi tambang bawah tanah yang sering digunakan antara lain :

a. Mine Fan

 Mine Fan

Mine fan digunakan untuk menyuplai udara dari luar tambang bawah tanah ke dalam tambang bawah tanah dengan kecepatan tertentu serta debit udara tertentu sesuai dari kecepatan udara yang disuplai serta besar duct yang digunakan nantinya.

Mine fan mempunyai dua fungsi, yaitu dapat berfungsi sebagai menyuplai udara masuk atau dapat disebut bagian fan blower dan dapat berfungsi menghisap udara keluar (seperti gas-gas beracun dan berbahaya) yang disebut bagian exhaust fan).


b. PVC reinforced spiral ventilation mining duct

 PVC reinforced spiral ventilation mining duct

PVC  reinforced spiral ventilation mining duct digunakan sebagai penghantar supply udara dari mine fan ke bagian dalam tambang bawah tanah, dengan panjang tertentu sesuai dengan penggunaannya pada lokasi yang dilakukannya penambangan. Semakin panjang mine duct, maka mine fan yang dipakai juga harus disesuaikan agar mendapatkan kecepatan udara yang optimal dan debit udara yang besar nantinya.

 Pemasangan Mine Fan terhadap Mine Duct


c. Anemometer
 
 Anemometer

Anemometer digunakan untuk menghitung kecepatan angin yang dihasilkan mine fan pada jalur mine duct. Semakin cepat aliran udara yang dihasilkan maka akan semakin besar debit udara yang akan tersuplai pada lokasi tambang bawah tanah tersebut.
d. Sling Psychrometer

 
Sling Psychrometer

Alat ini digunakan untuk mengukur kelembaban udara dalam ruang terbuka. sling psychrometer terdiri dari dua buah thermometer air raksa yang bertujuan untuk mengukur temperatur cembung kering (dry bulb) dan cembung basah (wet bulb). Pada prinsipnya temperatur cembung kering adalah ukuran panas sensible di atmosfir.

Untuk kondisi jenuh, penguapan tidak terjadi dan temperatur cembung basah dan kering akan sama. Bila kondisi tidak jenuh, air akan menguap dari permukaan thermometer cembungbasah dengan laju tertentu yang sebenarnya berbanding terbalik dengan tekanan uap dari uap air yang berada di udara. Penguapan akan mendinginkan ujung thermometer dan temperatur akan turun.

Sistem Ventilasi Tambang Bawah Tanah

Regards Michanarchy . . . 

LAPORAN PRAKTIKUM
TAMBANG BAWAH TANAH
2013


Berdasarkan asal supply udaranya, sistem ventilasi dibagi menjadi 2 (dua), yaitu :


a. Sistem ventilasi alamiah 

Sistem ini terbentuk secara alami seiring dengan terbentuknya bukaan / penggalian tunnel pada tambang bawah tanah. Dengan adanya lubang bukaan, secara otomatis udara akan mengalir melalui lubang bukaan tersebut.


b. Sistem Ventilasi Buatan (artificial)

Sistem ventilasi ini dibangkitkan dengan bantuan  listrik. Sebagai alat supply udaranya digunakan fan. Fan pada sistem ini bertugas sebagai pengatur sirkulasi udara sehingga setiap front kerja pada tambang tersebut akan tersuplai udara cukup.


Untuk itu, sistem ventilasi yang umum digunakan pada tambang bawah tanah adalah artificial ventilation system. Artificial ventilation system ini adalah sistem ventilasi buatan dengan memberikan intake udara bersih yang dihasilkan dari fan blower dan mengeluarkan udara kotor melalui sistem exhaust fan. Sistem jaringan buatan inilah yang dipergunakan di dalam tambang bawah tanah untuk membuat sirkulasi udara lancar. Sistem ventilasi sangat tergantung dari ketersediaan dan karakteristik fan blower dan exhaust.


Sistem ventilasi dibagi menjadi 3 (tga) berdasarkan penggunaan fannya, yaitu :

1. Sistem forcing

Sistem ini akan memberikan hembusan udara bertekanan positif ke front kerja. Tekanan positif berarti aliran udara ini mempunyai tekanan lebih besar dibandingkan udara di atmosfer. Udara dialirkan melalui pipa dimana saluran ventilasi ini menghubungkan fan dengan front kerja sebagaimana terlihat pada gambar. Dalam sistem ini, dihembuskan udara bersih ke front

Ventilasi Sistem Forcing


2) Sistem exhausting

Sistem ini akan memberikan hembusan udara yang berkebalikan dengan sistem forcing, yaitu bertekanan negatif ke front kerja. Tekanan negatif yang dimaksud disini adalah tekanan yang dihasilkan oleh proses penghisapan udara. Pada sistem exhausting, fan diletakkan dekat dengan front kerja, sehingga dapat memudahkan kerjanya dalam menghisap udara dari front kerja tersebut. Udara yang dihisap adalah udara kotor atau gas yang tak diinginkan. 

Ventilasi Sistem Exhausting


3. Sistem overlap

Sistem ini  merupakan gabungan dari sistem exhausting dan forcing. Berbeda dengan kedua sistem diatas, sistem ini menggunakan 2 fan yang memiliki tugas berbeda satu sama lain. Ada fan yang bertugas menyuplai udara ke front (intake fan), adan fan yang bertugas untuk menghisap udara dari front (exhausting fan). Tetapi exhaust fan dipasang lebih mundur (lebih jauh) dari front penambangan. Sedangkan duct akhir dari intake fan dipasang lebih dekat dengan front penambangan. Hal ini untuk mencegah agar udara yang disuplai langsung dihisap oleh exhaust fan sehingga udara akan memiliki waktu untuk bersirkulasi pada front penambangan.

Ventilasi Sistem Overlap


 Untuk menghasilkan sistem ventilasi yang mampu bersikulasi, ada beberapa parameter yang perlu diperhatikan yaitu :

a. Kebutuhan udara pada front tambang bawah tanah sebesar 3 m3/menit untuk setiap hp mesin dan 1 m3/menit untuk setiap pekerja. Tekanan udara akan berbanding terbalik terhadap luas permukaan saluran tersebut, yang dinyatakan dengan rumus :



b. Head loss, yaitu kehilangan debit udara yang menyebabkan penurunan efisiensi yang terjadi karena dari sistem ventilasi tersebut. Head loss terjadi karena adanya aliran udara akibat kecepatan (Hv), gesekan (Hf), dan tikungan saluran / perubahan ukuran saluran (Hx). 

Head loss terbesar terjadi apabila ada arus yang dibelokkan dengan sudut tajam. Grafik di bawah ini menunjukkan penurunan efisiensi (head loss) debit ventilasi karena tikungan 90 derajat (dipengaruhi oleh diamater flexible / rigidfaktor  duct) dan sudut tikungan.

Chart shock loss factor untuk tikungan 90°, cross section lingkaran

Fungsi Ventilasi

Regards Michanarchy ...


LAPORAN PRAKTIKUM
TAMBANG BAWAH TANAH
2013


Sebagai akibat kegiatan - kegiatan dalam proses industri, udara sekitar lingkungan industri cenderung mengalami pencemaran oleh gas-gas yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Polutan yang dihasilkan dari kegiatan-kegiatan industri tersebut dibuang ke atmosfir, bercampur dengan udara dan menyebar kemana-mana. Gas polutan ini sebagian besar terkonsentrasi di ruangan atau area industri. Bila konsentrasi pelutan melebihi konsentrasi maksimum yang diizinkan bagi kesehatan akan menimbulkan berbagai penyakit.


Banyak industri yang kurang memperhatikan sistem ventilasi dalam menciptakan kondisi lingkungan kerja yang sesuai dengan kebutuhan proses produksi maupun kenyamanan pekerja. Pemasangan sistem ventilasi yang tidak tepat dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau bahkan dapat menurunkan kondisi kesehatan pekerja. Permasalahan yang berkaitan dengan sistem ventilasi di dalam industri, adalah kondisi lingkungan kerja tidak sesuai dengan kebutuhan proses produksi dan kenyamanan pekerja. Perihal ini disebabkan karena tidak adanya peralatan sistem ventilasi, sistem ventilasi yang ada kurang memadai, perencanaan pipa yang kurang baik, pemilihan fan yang salah, dan lain-lain.


Hal ini diperlukan pengendalian udara dalam lingkungan kerja industri untuk menjaga, agar kualitas udara memenuhi standar kualitas yang ditetapkan bagi kesehatan pekerja, dan memenuhi syarat kondisi udara yang sesuai bagi proses produksi, lingkungan kerja mesin-mesin atau peralatan yang digunakan, dan penyimpanan barang atau hasil produksi. Salah satu cara pengendalian udara dalam ruang adalah ventilasi yang tepat dan sesuai, yaitu ventilasi yang terdapat pemasukan dan pengeluaran udara ke dalam ruang melalui bukaan atau lubang yang ada untuk mendapatkan udara yang memenuhi standar kualitas kesehatan dan proses produksi industri dan menurunkan konsentrasi kontaminan.


Ventilasi industri atau pertukaran udara di dalam industri merupakan suatu metode yang digunakan untuk emmelihara dan menciptakan udara sesuai dengan kebutuhan proses produksi atau kenyamanan pekerja. Ventilasi ini juga digunakan untuk menurunkan kadar suatu kontaminan di udara tempat kerja sampai batas yang tidak membahayakan bagi keselamatan dan kesehatan kerja.


Seorang ahli keselamatan dan kesehatan kerja harus mampu memahami tentang standar "Tata Cara Penerangan Sistem Ventilasi" yang dimaksudkan sebagai pedoman minimal bagi semua pihak yang terlibat dalam perencanaan, pembangunan dan pengelolaan gedung, dan bertujuan untuk memperoleh kenyamanan dan keamanan bagi tamu dan penghuni yang berada maupun yang menempati gedung tersebut.


Kemudian jika kita perhatikan internal climate suatu ruangan, selama masih dalam kenyamanan maka tidak akan ada masalah, namun jika sudah berada di luar batas kenyamanan maka akan menjadi suatu bahasan yang menarik. Ketidaknyamanan dapat menjadi sebuah gangguan atau bahkan akan menimbulkan efek-efek psikologis ataupun salah satu nyeri fisiologis tergantung pada level dari proses pertukaran panasnya. Ketidaknyamanan tersebut merupakan proses biologi yang sederhana untuk semua jenis makhluk yang berdarah panas. Hal itu adalah untuk menstimulasi agar melakukan suatu langkah utama untuk merestorasi / membangun kembali suatu proses pertukaran panas yang lebih benar sehingga akan muncul ide untuk memodifikasi lingkungannya dengan menggunakan bantuan teknologi untuk mendapatkan kenyamanan tersebut.


Ketidaknyamanan akan mengakibatkan perubahan fungsional pada organ yang bersesuaian pada tubuh manusia. Menurut Grandjean (1986) kondisi panas sekeliling yang berlebih-lebihan akan mengakibatkan rasa letih dan kantuk, mengurangi kestabilan dan meningkatkan jumlah angka kesalahan kerja. Hal ini akan menurunkan daya kresi tubuh manusia untuk menghasilkan panas dengan jumlah yang lebih sedikit.


Untuk menciptakan kenyamanan dalam bekerja maka hal-hal yang harus kita perhatikan ialah meliputi kecepatan angin, suhu, kelembaban, dan jumlah orang yang berada di ruangan terserbut. Oleh karena itu maka kita harus bisa melaksanakan praktek menggunakan anemometer untuk mengetahui besar kecepatan angin dan aliran udara yang merupakan dasar dari perhitungan jumlah dari ventilasi yang cukup untuk suatu bangunan / gedung tertentu.


Fungsi ventilasi khususnya dalam industri tambang bawah tanah untuk menyediakan dan mengalirkan udara segar ke dalam tambang agar keperluan udara segar (oksigen) bagi pernafasan para pekerja dan segala proses yang terjadi dalam penambangan, menyingkirkan debu yang berada dalam aliran ventilasi tambang bawah tanah, mengatur panas dan kelembaban udara, melarutkan dan membawa keluar udara pengotor.


Ventilasi menjadi salah satu instrumentasi esensial dalam aktivitas tambang bawah tanah karena memberikan supply udara bersih bagi aktivitas pekerja dan alat-alat di lokasi underground. Ventilasi dibutuhkan karena supply udara alami tidak mampu memberikan jaminan penyediaan udara bersih yang mencukupi. Ini juga merupakan implementasi dari good mining practice yang memberikan jaminan keamanan bagi para pekerjanya.

Dasar-Dasar Pemilihan Sistem Ventilasi

Regards Michanarchy . ..

LAPORAN PRAKTIKUM
TAMBANG BAWAH TANAH
2013


Dalam rangka penentuan rencana pembuatan ventilasi tambang, sebaiknya dipertimbangankan persyaratan-persyaratan seperti di bawah ini :

a. Konstruksinya harus dibuat sedemikian ruapa, agar ventilasi yang diperlukan untuk pengembangan pit ke depan, dapat dilakukan secara ekonomis, dan konstruksinya dibuat dengan memiliki kelonggaran (kelebihan) udara ventilasi secukupnya, untuk mengantisipasi pertambahan atau perkembangan pit di kemudian hari, serta peningkatan gas yang mungkin timbul akibat dari penambangan.

b. Struktur yang diinginkan untuk metode ventilasi pada jenis ventilasi utama adalah sistem diagonal. Sedangkan pembuatan vertical shaft, khusus dilakukan terhadap kondisi penambangan bagian dalam. Selain itu, pada tempat yang sulit dilakukan penggalian vertical shaft (misalnya tambang batubara dasar laut), diharapkan memiliki inclined shaft khusus dengan penampang sedemikian rupa agar tahanan ventilasi utama menjadi sekecil mungkin, dan memungkinkan mengambil ventilasi cabang sebanyak mungkin dari terowongan ini.

c. Dalam melaksanakan pengembangan pit dan penambangan serta dilihat dari segi konstruksi pit, penting kiranya dibuat ventilasi pada permukaan kerja. Sehingga penambangan batubara dan penggalian maju menjadi independen secara sempurna. Selain itu untuk daerah penambangan yang luas, diharapkan mempunyai sistem ventilasi, baik intake air maupun exhaust air, yang terpisah dari daerah lain.

Prinsip Kerja Ventilasi

Regards Michanarchy . . .

LAPORAN PRAKTIKUM
TAMBANG BAWAH TANAH
2013


Dalam proses penambangan bawah tanah, salah satu hal yang penting adalah dibuatnya ventilasi tambang, agar para pekerja di dalam tambang tidak kehabisan udara segar karena dapat menyebabkan hilangnya nyawa para pekerja.Oleh karena itu perlunya pengaturan ventilasi yang sesuai dengan kebutuhan.


Ventilasi adalah pengendalian pergerakan udara, arah dan jumlahnya, Meskipun tidak memberikan kontribusi langsung ke tahap operasi produksi, ventilasi yang kurang tepat seringkali akan menyebabkan efisiensi yang lebih rendah dan produktivitas pekerja menurun, tingkat kecelakaan meningkat, dan tinggi tingkat ketidakhadiran.


Pada pengaturan aliran udara dalam ventilasi tambang bawah tanah berlaku hukum alam bahwa :
  • Udara akan mengalir dari kondisi bertemparatur rendah ke temperatur panas.
  • Udara akan lebih banyak mengalir melalui jalur-jalur ventilasi yang memberikan tahanan yang lebih kecil dibandingkan dengan kalur bertahanan yang lebih besar.
  • Hukum-hukum mekanika fluida akan selalu diikuti dalam perhitungan ventilasi tambang.


Berikut prinsip dari sistem ventilasi tambang bawah tanah :
  • Ventilasi Alam
    • Prinsip ventilasi alam ini adalah udara dari atmosfer dapat mengalir dengan sendirinya ke dalam tambang.
    • Pengaliran udara tersebut disebabkan tekanan udara di luar lebih besar daripada udara di dalam tambang.
  • Ventilasi Bantu (Buatan)
    • Prinsip ventilasi buatan ini, udara dari luar dapat mengalir ke dalam tambang dengan bantuan fan atau mesin ventilasi.
    • Ventilasi buatan ini dilakukan dengan cara / sistem tekan yaitu dipasang fan pada down cast shaft dan sistem hisap yaitu dengan memasang fan pada up cast shaft.

Simulasi Pemasangan Penyanggaan

Regards Michanarchy . . . 


LAPORAN PRAKTIKUM
TAMBANG BAWAH TANAH
2013


1. Tujuan Praktikum

Tujuan dari praktikum penyanggaan tambang bawah tanah adalah : 

a. Mengetahui teknik dalam perancangan penyanggaan tambang bawah tanah pada skala praktikum.

b. Mengetahui teknik pemasangan penyanggaan tambang bawah tanah.


2. Manfaat Praktikum

Manfaat dari praktikum penyanggaan tambang bawah tanah adalah :
a. Dapat membuat simulasi perancangan tambang bawah tanah secara baik dan benar.

b. Teknik pemasangan penyanggaan dapat diterapkan pada tambang bawah tanah yang telah dipelajari dalam praktikum.

c. Dari praktikum, didapat pengetahuan, bagaimana pembuatan penyanggaan agar dapat bertahan dalam waktu yang lama dan dapat tertopang secara baik.

d. Dapat mengetahui penyangga yang cocok dalam setiap material yang akan disangga.


3. Alat dan Bahan

a. Alat

Adapun alat yang digunakan dalam praktikum penyanggaan adalah sebagai berikut :
  • Palu
  • Gergaji
  • Rantai
  • Meteran
  • Tangga A
  • Safety Tools : safety shoes, gloves, helmet, mask, glasses

b. Bahan

Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum penyanggaan adalah sebagai berikut :
  • Balok kayu 10 cm x 5 cm dengan panjang 4 m (3 buah)
  • Kayu galam


4. Prosedur Kerja

Prosedur kerja pada praktikum penyanggaan adalah sebagai berikut :

a. Merancang pola penyanggaan yang ada.

b. Mengukur dimensi lokasi yang akan dilakukan proses penyanggaan.

c. Memotong kayu untuk menyangga sesuai dengan pengukuran dimensi yang telah diukur.

d. Dilakukan pemasangan cap terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan pemasangan post (pemakaian baji jika diperlukan).

e. Setelah dilakukan pemasangan cap dan post, dilanjutkan dengan pemasangan spasi / waddge.

f. Setelah semua dipasang, terakhir dilakukan pemasangan crabbing sebagai penahan terakhir di bagian paling atas.

g. Mengecek tahan atau tidak penyanggaan yang telah dibangun.


5. Hasil Pengamatan dan Pembahasan

Pada praktikum penyanggaan ini dilakukan proses perancangan terlebih dahulu dalam pembuatan penyangga tambang bawah tanah yang akan dibangun. Semua perancangan harus melihat keadaan wilayah yang akan dilakukan proses penyanggaan nantinya. Penyanggaan yang kuat adalah yang diharapkan pada praktikum kali ini.
Proses kegiatan praktikum ini harus sesuai SOP dan tentunya diperlukan peralatan safety untuk mencegah masalah yang mungkin saja dapat terjadi dalam proses pemasangan penyanggaan ini. Proses penyanggaan yang telah dilakukan perancangan lalu dilanjutkan dengan proses kegiatan dengan mengawali pengukuran pada dimensi ruangan yang akan dilakukan penyanggaan. Pengukuran dimensi lokasi ini dilakukan untuk nantinya pengukuran terhadap media penyangga yang diperlukan. Dalam hal ini media penyangga ini adalah kayu.

Kayu yang telah tersedia lalu dipotong sesuai dengan dimensi yang ada. Ketidaksesuaian pengukuran terhadap kayu, akan mempengaruhi terhadap pemasangan penyangga nantinya. Setelah semua kayu terpotong, dilanjutkan dengan pemasangan pada bagian cap dan dilanjukan dengan pemasangan post dan wadge. Pemasangan ketiga bagian penyangga ini haruslah benar-benar kuat dan sistematis, untuk menghindari runtuhan material. Langkah akhir, dilakukan pemasangan crabbing pada bagian atas untuk menahan beban material bagian roof. Pada proses penyanggaan ini diperlukan baji jika memang dibutuhkan untuk memperkuat dari penyangga yang ada.

Penyangga Pasif (4)

Regards Michanarchy . . .


LAPORAN PRAKTIKUM
TAMBANG BAWAH TANAH
2013


4) Beton Tembak (Shotcrete)

Biasanya beton tembak dipergunakan beberapa saat setelah penggalian, Memerlukan kekuatan awal untuk memberikan penyanggaan dengan segera.

Penyangga Beton Tembak

Campuran bahan untuk semen ditambahkan pemercepat (resin) yang mengandung garam-garam larut dalam air (water solube salts), yang berfungsi mempercepat proses pengerasan beton.

Ada 2 (dua) tipe dasar pada beton tembak (shotcrete), yaitu :


a) Shotcrete campuran kering (dry - mix shotcrete)

Dimana campuran semennya kering dan air ditambahkan pada saat penyemprotan (di nozzle). Pada campuran kering ini, akselerator dapat ditambahkan pada campuran.
Shotcrete Campuran Kering


b) Shotcrete campuran basah (wet - mix shotcrete)

Pada dasarnya memiliki komponen yang sama dengan campuran kering, tetapi airnya telah dicampurkan di dalam "mixer". Akseleratornya harus ditambahkan pada saat penyemprotan (nozzle).

Shotcrete Campuran Basah

Penyangga Pasif (2)

Regards Michanarchy...

 LAPORAN PRAKTIKUM
TAMBANG BAWAH TANAH
2013


2) Penyangga Besi Baja

Kualitas yang baik dari penyangga besi baja dibanding penyangga kayu menyebabkan penyangga kayu diganti dengan penyangga besi baja, terutama pada lubang-lubang utama.


Keuntungan dari penggunaan penyangga besi baja ini antara lain :

a) Homogen dan mempunyai sifat elastisitas yang tinggi.
b) Tidak dipengaruhi oleh kelembaban.
c) Lebih tahan lama dibandingkan dengan kayu.

Kerugian dari penggunaan penyangga besi baja ini yaitu harganya yang cukup mahal.

Berikut macam-macam dari penyangga besi baja, yaitu :


a) Two Piece Arch dan Three Piece Arch

Penyangga ini bentuknya seperti busur dan pada umumnya digunakan di daerah lubang-lubang utama. 
 
 Two Piece Arch

Three Piece Arch


b) I-Beam

Penyangga ini biasanya dipasang untuk lubang yang bentuknya empat persegi panjang dan umumnya digunakan di daerah lubang-lubang produksi. Penyangga tersebut kadang-kadang dikombinasikan dengan kayu atau dinding beton.

 I-Beam


c. H-Beam

H-Beam merupakan suatu balok baja "Hot Rolled" dengan penampang berbentuk H. Terutama digunakan pada tiang, pancang dan struktur penahan, balok struktur baja atau composite beton.

Perbedaan antara H-Beam dengan I-Beam adalah H-Beam memiliki luas flense yang lebih panjang dari I-Beam, profil baja yang melengkung pada bagian flanges beam. Flanges tersebut lebih tebal dibandingkan dengan bagian cross section dan lebih tipis pada bagian ujungnya, ketebalannya 3 sampai 24 inch

 H-Beam

H-Beam


 

Penyanggaan Tambang Bawah Tanah - Penyangga Pasif (1)

Regards Michanarchy..
LAPORAN PRAKTIKUM
TAMBANG BAWAH TANAH
2013


Penyangga pasif ini bersifat mendukung / menahan batuan yang akan runtuh dan tidak melakukan reaksi langsung terhadap beban yang diterima (rigid). 

a. Macam-Macam Penyangga Pasif

Berikut macam-macam penyangga yang merupakan penyanggaan secara pasif


1) Penyangga Kayu

Sejak lama dikenal sebagai bahan penyanggaan di berbagai operasi penambangan bawah tanah.

Keuntungan dari penggunaan penyangga kayu ini antara lain :

a) Ringan, mudah dibawa, dibentuk, dan dipasang.
b) Akan retak sepanjang seratnya sehingga mudah dideteksi.
c) Sisa potongan atau patahan dapat digunakan sebagai pasak, material isian, dan sebagainya. 

Kerugian dari penggunaan penyangga kayu ini antara lain :

a) Kekuatan mekaniknya tergantung struktur serat dan cacat alami.
b) Kelembaban dapat mempengaruhi kekuatannya.
c) Mudah lapuk.
d) Mudah terbakar.

Sesuai dengan bentuk susunan dalam pemasangannya, penyangga kayu dibagi menjadi beberapa macam, yaitu :


a) Cribbing 

Dengan bentuk penampang yang lebar umumnya digunakan di daerah yang memerlukan pemerkuatan tinggi, seperti di lubang produksi dan perempatan (junction). 

Pada pemasangan di lubang produksi, susunan cribbing tersebut dikombinasikan dengan batang besi yang dilepas yang disebut chock release

 Cribbing

Penerapan Cribbing


b) Three Piece Set / Five Piece Set 

Untuk penyangga three piece set digunakan pada lubang bukaan yang berbentuk persegi panjang dan terdiri dari tiga bagian utama, yaitu bagian atas (cap), dan bagian samping / tiang (post). Untuk five piece set sama seperti three piece set, hanya saja terdiri dari 5 bagian utama. 
 
 Three Piece Set

Five Piece Set


c) Square Set 

Penyangga ini umumnya digunakan pada lubang vertikal (raise / winze). 

 Square Set

 Penerapan Square Set


Penyanggaan Tambang Bawah Tanah - Penyangga Aktif

Regards Michanarchy ...

LAPORAN PRAKTIKUM
TAMBANG BAWAH TANAH
2013


Penyangga aktif ini bersifat melakukan reaksi langsung (yield) dan memperkuat batuan tersebut secara langsung (reinforcement). 

a. Macam-Macam Penyangga Aktif

Berikut macam-macam penyangga yang merupakan penyangga secara aktif :

1) Baut Batuan

Baut batuan termasuk penyangga aktif karena mempunyai sifat memperkuat massa batuan secara langsung dimana penyangga dipasang merupakan bagian dari massa batuan. 
Keuntungan dari penggunaan baut batuan ini antara lain :

a) Lebih fleksibel, dapat digunakan dalam bentuk geometri yang bervariasi.
b) Penghematan biaya material.
c) Pemasangannya dapat sepenuhnya dengan mekanisasi, sehingga relatif lebih cepat.
d) Tahan terhadap korosi.
e) Kerapatannya (jumlah baut batuan per satuan luas) dengan mudah dapat disesuaikan dengan kondisi batuan lokal.
f) Dapat dikombinasikan dengan penyangga seperti wire mesh dan penyangga pasif.

Kerugian dari penggunaan baut batuan ini antara lain :

a) Penyimpanan atau penanganan harus hati-hati, karena dapat mempengaruhi kehandalan pemasangan baut batuan.
b) Pemasangan baut batuan memerlukan pemantauan dan pengujian yang khusus serta prosedur yang baik dan benar. Disamping baut batuan ada penyangga lain yang dinamakan doweling. Prinsip kerjanya sama dengan pemasangan baut batuan tetapi sifatnya hanya sementara dan umumnya digunakan untuk lubang-lubang produksi.

Baut Batuan

 Rock Bolt

Rock Bolt


2) Hydraulic Props

Hydraulic props merupakan tiang penyangga yang pada dasarnya terdiri dari 2 (dua) silinder dimana silinder yang satu bergerak di dalam silinder yang lainnya, mekanismenya menggunakan sistem hidrolik. 
Penyangga ini umumnya digunakan untuk penyangga sementara pada lubang-lubang produksi, lubang bukaan untuk pelayanan, dan penambangan. 

 Single Prop - Kappe

Penerapan Single Prop


3) Powered Roof Support (PRS)

Powered roof support (PRS) merupakan suatu bentuk penyangga yang diterapkan di suatu tambang batubara di penambangan longwall.
Penyangga ini tidak berfungsi menyangga atap, tetapi juga untuk mendorong conveyor bergerak maju dengan tenaga hidrolik.

 Powered Roof Support (PRS)

 Drum Shearer

Penerapan PRS pada Longwall


b. Alat-Alat Penyangga Aktif

Berikut alat-alat yang digunakan pada penyangga aktif, antara lain :


1) Roof Bolting

 
 Roof Bolting

Roof Bolting


2) Handeld Boltsetter
   
Handeld Boltsetter


3) Fretter Boltsetter 

  Fretter Boltsetter


4) Tell Tale
   
Merupakan peralatan pemantauan deformasi batuan secara visual.

Tell Tale


5) Extensometer
  
Mengukur secara elektronik jarak antara magnetic anchor yang terpasang secara fix di dalam lubang. Keakuratannya diatas 0,1 mm. Biasanya 1 titik tiap 200 m.

Extensometer
   

Penyanggaan Tambang Bawah Tanah


Regards...Michanarchy...



LAPORAN PRAKTIKUM
TAMBANG BAWAH TANAH
2013


Adanya kegiatan penyanggaan pada tambang bawah tanah yang berfungsi untuk menyangga batuan yang potensial untuk runtuh serta menahan / menghentikan perpindahan lubang bukaan. Tujuan dibuatnya penyanggaan tersebut yaitu untuk mempertahankan luas dan bentuk bidang penampang yang cukup dan melindungi pekerja dari resiko tertimpa runtuhan. 


Didasarkan pada sifat penyanggaan, jenis penyangga dapat dibagi menjadi 2 (dua), yaitu penyanggaan aktif dan penyangga pasif.


A. Penyangga Aktif

B. Penyangga Pasif

Sistem Peralatan Tambang Bawah Tanah (Alat Muat)


Regards...Michanarchy...

LAPORAN PRAKTIKUM
TAMBANG BAWAH TANAH
2013


Peralatan tambang bawah tanah merupakan alat yang umum digunakan dan khususnya dirancang untuk tambang bawah tanah. Pengangkutan tambang bawah tanah adalah usaha atau cara mengeluarkan bijih atau bahan galian atau kebutuhan tambang bawah tanah atau hasil dari penambangan bawah tanah. Peralatan dan pengangkutan tambang bawah tanah adalah bagian dari disiplin ilmu pertambangan yang mempelajari seluk beluk peralatan tambang bawah tanah dan proses pengeluaran bahan galian dari bawah permukaan tanah ke permukaan tanah.


Tujuan dari peralatan dan pengenalan tambang bawah tanah yaitu :
  1. Untuk mengetahui seluk beluk tambang bawah tanah.
  2. Untung mengetahui sistem tambang bawah tanah.
  3. Untuk merancang peralatan yang digunakan sesuai dengan metode yang digunakan.

Alat muat yang biasa digunakan pada tambang bawah tanah antara lain :

1. Overshoot Loader

 Merupakan alat muat yang bekerja dengan cara mendorong bucket ke dalam tumpukan material hingga penuh, kemudian bucket diangkat ke belakang melewati mesinnya dan menumpahkan muatan ke alat angkut yang berada di belakangnya tanpa memutar alat muat.
  • Digerakkan dengan udara bertekanan tinggi (hydarulic).
  • Overshoot leader bekerja di drift heading sempit. 
  • Ukuran bucket bervariasi antara 0,14 - 0,60 m3.




2. Gathering Arm Loader

Sering digunakan pada tambang batubara, pada bagian depan dilengkapi dengan alat penggumpal material yang bertumpuk kemudian didorong menuju belt conveyor yang berada di belakang, selanjutnya ke alat angkut berikutnya, dilengkapi dengan klaurel dan digerakkan dengan tenaga listrik.




3. Scraper

Penggunaan scrapper pada tambang bawah tanah apabila metode gravitasi tidak bisa dimanfaatkan 30o – 35o, penggunaan scraper dapat menurunkan biaya development, meningkatkan produksi dan menurunkan biaya timber

Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan scrapper :
  1. Sifat material dan kondisi lantai kerja.
  2. Sudut adalah digging angle.
  3. Kapasitas scraper dan berat batuan.
  4. Type hoist yang digunakan dipengaruhi oleh tempat kerja.




4. Slushier

Merupakan suatu alat garuk yang digerakkan dengan udara dimana efek penggerakannya diperoleh melalui suatu garukan yang dihubungkan dengan kawat masuk dalam tumpukan material ke tempat penumpahan, sering digunakan pada screen drift pada dasar scrape


5. LHD (Load Haul Dump)

Alat muat-angkut tambang bawah tanah yang merupakan kombinasi front end loader dengan dump truck mampu memuat, mengangkut, dan menumpahkan material pada alat angkut berikutnya. Tenaga penggeraknya adalah tenaga diesel dan jarak pengangkutan dekat.